Jakarta
--- Pendiri SMA Unggulan Chairul Tanjung Foundation (CTF), Chairul
Tanjung, menyatakan siap untuk menjadikan sekolah yang didirikannya
sebagai produsen calon mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. Hal ini
disampaikan Chairul usai penandatanganan nota kesepahaman antara ketua
yayasan CTF, Anita Chairul Tanjung, dengan 16 rektor perguruan tinggi,
di Graha Utama Kemdikbud, Kemarin, Selasa (19/3).
“CTF siap menjadi partner dan provider bagi
program pemerintah, yaitu Bidikmisi,” katanya. Beasisawa Bidikmisi
merupakan program beasiswa yang disasarkan bagi lulusan SMA yang berasal
dari keluarga tidak mampu tapi memiliki potensi akademik yang mumpuni.
Dan CTF telah memenuhi kedua syarat tersebut sejak seleksi awal calon
siswanya.
“Kami menjamin, bahwa yang lulus dari SMA Unggulan
CTF 100 persen miskin. Karena sebelum masuk dilakukan assesment
langsung lokasi tempat tinggal siswa,” kata Chairul.
Selain faktor ketidakmampuan siswa dalam segi
ekonomi, seleksi di CTF juga meliputi tes akademik, psikotes, dan
wawancara. Untuk tes akademik terdiri atas mata pelajaran IPA,
Matematika, dan Bahasa Inggris. Fasilitas belajar di SMA Unggulan CTF
pun sudah memadai. Terutama karena sekolah ini fokus pada ilmu sains,
maka perlengkapan laboratorium difasilitasi dengan baik.
Ketua Yayasan CTF, Anita Chairul Tanjung,
menjelaskan cikal bakal berdirinya sekolah yang berada di Medan,
Sumatera Utara ini. Sebelum sekolah ini berdiri, untuk menampung
anak-anak korban bencana tsunami di Aceh, dirinya mendirikan komunitas
Rumah Anak Madani. Anak-anak ini diasramakan dan di sekolahkan di
sekolah sekitar asrama. Setelah beberapa tahun, akhirnya baru pada 2010
lalu didirikan SMA Unggulan CTF. Di tahun pertama sekolah ini menerima
270 siswa. Sebagian di antaranya masih menghimpun anak-anak dari korban
bencana tersebut.
Tahun kedua dan ketiga, SMA ini telah melakukan
seleksi ketat terhadap calon siswanya. Calon siswa yang mendaftar
didatangi ke rumahnya masing-masing. Bahkan, ada siswa yang berasal dari
daerah yang memerlukan waktu 12 jam perjalan darat untuk ke kota Medan.
“Kita ada pendekatan sendiri dalam mencari siswa kita,” kata Anita.
Tahun 2013 merupakan tahun pertama bagi SMA
Unggulan CTF untuk meluluskan siswanya. Rencananya, sebanyak 100 siswa
yang akan lulus dari sekolah ini akan melanjutkan sekolahnya
masing-masing ke salah satu dari 16 perguruan tinggi yang telah bekerja
sama dengan CTF. Anita juga yakin, SMA Unggulan CTF yang sekarang
menjadi role model akan terus dikembangkan ke 33 provinsi
lainnya. Sehingga akan sangat membantu PTN dalam mencari siswa-siswa
miskin dan berpotensi akademik dari seluruh wilayah Indonesia. (AR)
No comments:
Post a Comment